• 15th March 2010 - By dinz
    Outside The Focus… (Ice Tea Story)

    Joy, seorang lelaki yang sedanag mempunyai problematik yang selalu terjadi pada remaja seusianya, yakni Perasaan Hati (SUKA/CINTA/SAYANG/or Else). Dan juga sebuah pemikiran di otaknya untuk meramu sebuah kegiatan menjadi sukses dan bersejarah dimasa dia remaja.

    Permasalahan pertama Joy Yakni yang bersangkutan dengan hatinya sangatlah rumit menurutnya, karena dia merupakan typekal orang yang sedikit mempunyai rasa idealis atau yang lebih hina lagi dapat di sebut EGOIS. Selain sisi jelek itu dia adalah  orang yang supel sebetulnya.

    Sebut saja gadis itu dengan nama Tika, gadis yang supel berpendirian teguh, smart, dan manis, menurut joy, dan dia sangat menyukai dan menyayanginya. Namun  Joy tak mampu untuk mengimplementasikan rencana-rencana di dalam otaknya agar Tika dapat menjadi kekasihnya. Karena dia terus berfikir berulang-ulang kali mengenai tika, apakah joy pantas untuk tika, apakah joy dapat membuat tika bahagia, apakah joy sanggup membuat nuansa yang mengasikan. Dan dari pengalaman-pengalaman terdahulu joy selau bertingkah bodoh dalam berpacaran. Dan selanjutnya joy hanyalah pemuja rahasianya tika.

    Mereka berdua adalah teman baik, dan menyatakan menjadi sahabat beberapa bulan yang lalu, karena itu joy mulai menyayangi tika. Dan sebenarnya joy memang sudah menyukainya dari semenjak lama. Suatu kejadian membuat tika amat marah dan membenci joy,  ini bersangkutan dengan kegiatan yang joy laksanakan, yakni sebuah pertandingan olahraga yang turun temurun dijalankan di tempat  mereka berdua menuntut ilmu.  Joy adalah ketua dalam kegiatan itu, dan tika merupakan salasatu anggota yang bersemangat untuk mensukseskan kegiatan itu. Melihat beberapa hari lagi kegiatan akan di gelar para anggota yang lain banyak yang tidak membantu joy beserta 3 orang kawannya, joy kesal dan sangat emosi kepada kawan-kawan panitia yang tidak mempunyai  rasa tanggung jawab yang baik itu. Alhasil joy bertingkah, dia memaki-maki anggota panitia di media interaksi internet dengan bahasa yang mengglobal di tambah bahasa yang sangat kasar. Tak sengaja tika langsung membaca perkataan joy di media tersebut, tika merasa tidak terima dan marah kepada joy, dia mengkonfirmasi perkataan joy dengan bahasa emotional, dan joy yang pada saat itu terbakar api kekesalan menjawab tika dengan bahasa yang lebih emosi. Sehingga mereka menjadi bertengkar dan hubungan mulai retak. Sehari menjelang joy termenung dengan kesalahannya kepada tika dan kawan-kawan yang lain. Kawan-kawan yang lain memaklumi joy dan memberikan maaf kepadanya dengan imbalan sikap yang sedikit berbeda, namun tika sama sekali tak mencerminkan permaafan kepada joy, mendiamkan, sinis, dan sesekali menyinggung dengan nada yang meledek. Padahal joy sudah dengan baik hati meminta maaf kepada tika. Pikiran dan hati joy menjadi sangat tidak baik dengan sikap tika kepadanya.  Dan yang selalu membuatnya berfikir adalah bagaimana selanjutnya, bagaimana selanjutnya, padahal joy berencana akhir kegiatan ini akan menyatakan perasan dia yang sebenarnya kepada tika.

    Hari berganti turnament olahraga itu pun dimulai, dengan jirih payah orang-orang seadanya. Dan dengan muka joy yang selalu murung dan tak bersemangat, yang seharusnya tidak di cerminkan disaat dia menjadi seorang pemimpin di sebuah event.

    Suatu hari Joy diajak oleh kawannya untuk membantu sebuah sekolah untuk menjadi pembantu pengawas dalam suatu ujian selama satu minggu full. Joy menerima ajakan temannya itu,  itung-itung dia mengisi waktu sebelum pertandingan dimulai dan mengisi kekosongan otak kirinya yang mengakibatkan dia selalu melamun.

    Hari senin, pagi-pagi benar joy sudah meninggalkan rumahnya yang berada lumayan jauh dari kota, menuju sekolah yang akan ia bantu, ujian itu pun di mulai dan joy menjadi pengamat yang baik, karena siswa di sekolah itu kebanyakan perempuan tak bosan ia menjadi pengamat..(sifat dasar laki-laki ada cewek molek langsung melotot).  Setelah beristirahat sebentar kelas kedua masuk, joy yang disaat itu sedang asik bermain game di komputer depan sambil mengawasi siswa yang kesulitan, sekejap fokus matanya tak menoleh kekiri ataupun kekanan, keatas baikpun ke bawah. Dia selalu memperhatikan siswi itu, dan otak kirinyapun berkata, gadis ini manis, bagaikan Ice tea ( Es teh yang di kasih gula) minuman kegemaran Joy. Dia manis, dia manis, dia manis, otaknya berfikir dengan matanya tertuju pada gadis itu yang sedang sibuk mengerjakan soal. “UPSZZ GW KETAUAN” seketika joy langsung fokus kepada layar kaca ketika gadis itu menoleh ke joy untuk memanggilnya minta tolong (wkkwkwk Dasar Joy). Joy menghampiri gadis itu, sambil jantung dek dekan. Tulang rusuk serasa patah, dengkul kaki serasa ingin coplok. Suka itulah yang dirasakan Joy. Dan dalam hatinya brucap terima kasih kepada tuhan yang telah memberikan perasaan itu kepada joy, karena joy sedikit melupakan tika yang selalu ia ceritakan didalam cerpen cerpen nya.

    “Cewek itu namanya Siapa Ya”, tanya joy didalam hatinya, dia berfikir kalo dia bertanya dia malu. Dan kalo gak bertanya dia bertanya-tanya (hahah Dasar bodoh). Menjadi pembantu ujian ternyata melelahkan, banyak dimintai tolong, di panggil dengan kurang enak, dan apalagi ketika mencetak, inginnya duluan saja, curhat joy kepada hatinya yang sedang kehausan karena dehidrasi. Namun siswi yang satu itu beda, dia sopan kepadaku, manggilnya juga enak, minta tolongnya juga lucu, tambah joy yang sedang mengobrol dengan dirinya sendiri di kamar mandi yang berkaca ( Joy Agak Gila Apa Ya). Pokoknya aku harus mengenalnya.

    Hari berganti Minggu pun datang, hari terakhir dia menjadi pembantu ujian, dan dia hanya baru mengenal namanya, sedangkan kawan-kawannya yang lain ang juga menjadi pembantu pengawas ada yang sudah bertukar no HP dan ada juga yang sudah terlihat seperti orang pacaran. Joy santai saja, karena dia sudah senang melihat gadis itu setiap hari, oh ya nama gadis itu adalah “Wita”. Namun joy mulai bingung karena hari itu adalah terakhir dia membantu, dan mulai esok hari dia gak bisa melihatnya lagi. Satu kebetulan terjadi, ketika itu ruangan terkoneksi dengan dunia maya, dan joy sedang asik berinteraksi. Dan siswi yang duduk di samping Wita memanggil karena dia sudah selesai dan akan mencetak pekerjaannya di komputer depan tepatnya komputer yang sedang dipakai oleh Joy. Joy akhirnya berjalan mengiringi ruangan itu, dan duduk di komputer yang kosong di samping Wita dan kebetulan Witapun  meminta tolong. Setelah menolong Wita membenarkan pekerjaannya, joy kembali berinterkasi dengan dunia maya menggunakan komputer yang berada di sebelah komputer yang digunakan oleh Wita.  Wita tidak sadar bahwa komputernya juga terkoneksi, dan sedikit kaget melihat joy sedang berinteraksi dengan dunia maya. “Waah Konek Yaaa!” tanya Wita kepada Joy. “Yupzz Konek Kok Wit..” Jawab Joy. Dan tak sengaja mereka mengobrol, dan saling bertukar informasi mengenai dunia maya.

    Joy merasa terhibur dengan mengobrol bersamanya, dan senang tentunya. Karenanya joy tidak melamun lagi, tidak kusam lagi, melainkan mulai ceria kembali. Namun sebatas suka, karena dia tak mau terlalu berharap.

    Continued………………………….

    Related Posts via Categories

  • Leave a Reply

    *


Ad