Isma…. teriak wanita dewasa yang membangunkan adiknya itu, “Kamu sudah gadis masih tidur jam segini,,,, gak biasanya… ” Marahnya kepada Isma adik bungsu tercinta yang umurannya 17 tahun, baru lulus kemarin dari SMA tempat ia sekolah dengan nilai lumayan baik. Hari itu adalah jamnya Isma untuk beres-beres rumah, sodara kandung isma ada 2, semuanya adalah perempuan yang paling tua sudah menikah dan sedang mengandung tua yang tinggal tunggu hari beruntung keluarnya anak bangsa yang baru. “Huaammmmm… Iya Kak sebentar lagi, isma cuci muka dulu”, saut isma sambil mengucek” matanya yang seperti bola pingpong itu.
Hari itu isma memang bangun tidak seperti biasanya, mungkin karena semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan pacarnya yang sedang ngambek besar pada isma. Seperti biasa percintaan anak remaja yang selalu banyak masalah-masalah spele yang ujung-ujungnya jadi besar, yang menguatkan si laki-laki untuk berkata putus kepada perempuan. Itulah enaknya menjadi laki-laki, makhluk yang punya pemikiran lebih luas dari pada lawan jenisnya, (menurut sebuah buku).
Selesai beres-beres rumah dan mencuci pakaiannya sendiri, isma kembali mengambil handphonenya yang berwarna hijau itu, langsung dia kaget ketika melihat pesan di handphonenya yang menuliskan ada 10 panggilan tak terjawab, dan 1 pesan baru yang berisi,” Isma Nanti Malam Aku Jemput Di Taman Komplek Rumah Mu.. Rio”, kekasih isma yang saat itu sedang bertengkar. Isma berfikir bahwa rio sudah tidak marah lagi kepadanya. Sehingga dia menjawab ajakan Rio dengan balasan yang mesra “ Iya Sayang… Aku g Akan Telat..”
Isma senang sekali menulis diary. Ya mungkin masanya wanita remaja saat itu yang punya hoby iseng. Sambil menunggu malam tiba dia menulis cerita kisah menyenangkan bersama Rio. Kisahnya berawal dari sebuah pertemuan yang luar biasa…
Rio… dia sangat pas untukku, tampan, baik, pintar, perhatian, pokoknya seneng banget deh diary punya pacar kaya dia.
Aku pertama jumpa dia ketika MOS, masuk SMA, huh rasanya dek-dekan kalo deket dia waktu itu, karena pada MOS itu aku dan dia satu kelompok. mungkin dia juga masih malu-malu waktu itu padaku. Yaaahh jadinya pada salah tingkah deh kalo ketemu.. mungkin udah punya rasa suka kali yah.. dari aku dan Rio..
Selanjutnya beberapa bulan kami sekolah, dan sering ketemu dan komunikasi via HP, aku di ajak jalan pertama kali oleh cowok, yakni Rio. Wahh saat itu pokoknya seneng banget dehh.. Rio nunjukin rasa sukanya padaku.. walau Cuma diajak nonton dan makan yang bayarnya masing-masing, alias pete-pete. Aku sangat seneng, masih teringet sampe sekarang deh diary..
Hari pertama kami jalan, dia langsung nembak aku..loh diary. suasananya pun sangat mendukung waktu itu diary. Ceritanya kami pulang nonton, di tengah jalan terjebak hujan yang sangat deras… kami berteduh disuatu gubukan disamping jalan, tepatnya dibawah pohon pete yang sedang berbunga.. dan asiknya lagi, hanya kami berdua saat itu diary.
Sambil malu-malu dia mengutarakan perasaanya padaku diary, ahhhhh pokoknya aku jadi malu sendiri deh.. muka dia merah muka aku pun merah.. hohohoho dan yang paling membuat aku sangat suka pada dia dia adalah pacar pertama aku, dan dihari pertama kita jadian dia orang pertama juga yang mencium bibirku.
Selanjutnya kami menjalani hubungan dengan alur yang sangat mengasikan, kadang kami marahan, sebentar kami baikan, dan bermesraan lagi. Pokoknya dia hebat banget deh bikin nuansa hubungan itu menjadi lebih hidup..
Seperti sekarang ini dia marah padaku, hanya karena masalah spele. Aku di sms sama cowok yang gak aku kenal.. eh dia marah.. dasar cowok pemarahh.. tapi dia tadi ngajak ketemuan diary, mungkin hatinya udah normal lagi, hehehehe. Ya udah diary nanti aku lanjutin. Sekarang aku mau siap-siap dulu, mau ketemu sama Rio..
Merasa hari sudah sore dan hampir malam, akhirnya isma mandi dan merapihkan dirinya agar terlihat lebih cantik. memang isma orangnya cantik dan manis.
Rio sudah menunggu isma ditaman yang sunyi itu, persis di dekat pohon pete cina yang sedang berbunga, yang menunjukan sebentar lagi akan mengeluarkan hasilnya.
Tak lama isma datag, dengan senyumnya yang khas menunjukan gigi taringnya yang sunggil. Obrolan pun menjadi serius ketika Rio berbicara tentang hubungan mereka. Rio akan pergi keluar negeri ikut dengan ayahnya. Rio selama ini menutupi konflik di dalam keluarganya kepada isma, ayah dan ibu rio baru saja bercerai satu minggu kemarin. Rio ikut dengan ayahnya pergi pindah ke malaysia, dan adiknya rio tetap bersama ibunya.
Isma menangis disaat itu, meangis di pelukan rio karena hubungan mereka akan usai. Pesan terakhir Rio kepada isma yakni jadilah perempuan yang tegar dan dewasa. Malam itu merupakan malam pertemuan terakhir mereka, dibawah pohon pete cina yang sangit itu, mereka berdua melepaskan perasaan sayang mereka berdua.
Hari berganti minggu berlalu, isma terus bersedih sebelum akhirnya dia memutuskan melanjutkan sekolah ke sekolah tinggi Pulau Langit.